Saturday, February 26, 2011

Let's talking about dessert, let's talking about friends


For having a friend for me it's like having a dessert

I don't need them to be around me everytime or everywhere I go.
I don't realy need them when I'm doing my things, because I can do it alone.
Nevertheless it'll be nice if I have someone to talk to when I have my lunch at school.
Like dessert, I don't really need them because I still can survive with only main course.
But it will be nice if I have a cup of mint chocochip gellato when I finish eating the main.

I don't need a group of people who will always acompany me everytime or everywhere I go.
A group of people who will always be my shield from everything who attacks me.
Because I do protect my self quite well this far.
Nevertheless it'll be so sweet if I have someone who will say that I am right. When everybody said I'm wrong.
Like dessert, I don't need a bunch of them in my refrigerator.
But I will be pleased if I found a strawberry shortcake on my crowded desk when I'm at work.

I don't really need friends.
but it will be nice if I have a shoulder to cry on when I'm desperate.
but it will be nice if I can give some hapiness to people I care about.
but it will be nice if I can have a holiday in everyweekend with not being alone.
but it will be nice if I can share stories with not only my diary, but also a real live creature.
but it will be nice if there are someplace I can go to when I'm lost.
but it will be nice if there are somepeople who will always remind and support me in everystep I take.






Yes. it will be so nice if you want to be my friend.

Thursday, February 24, 2011

Tentangmu

aku cinta kamu
itu saja.
:)

Sunday, February 20, 2011

I am a woman, Dude.

Entah iya atau tidak. Entah sama atau berbeda. Tapi saya rasa tak ada wanita didunia ini yang tidak mencintai pujian. Semua wanita suka dipuji, bahkan semua orang, termasuk kalian, Pria.

Untuk kalian, Wanita. Apa kalian akan merasa senang ketika kalian telah meluangkan waktu satu jam atau bahkan berjam2 lebih awal dari pada waktu biasanya kalian bangun. hanya untuk membersihkan diri dan membuat diri kalian terlihat rapi dan indah. Lalu ketika orang yang kalian tujukan semua "persiapan" itu datang menemui kalian, dia malah bilang.

"Kamu kayak Ibu2 deh, hehe"

Ya, mungkin itu cuma candaan. Tapi bertahu saya apa yang kalian rasakan, sebenar2nya ? Apa senang ? Apa merasa dipuji ? Apa merasa lucu ?
Hebat, jika ada yang merasa seperti itu, ajari saya.
Karna saya rasa saya tidak akan senang dileluconi seperti itu. Tidak tepat saja rasanya. itu lelucon yang melenceng jadi ejekan tersirat untuk saya.

I mean, ayolah hargai gw sedikit. Setidaknya kalau lo ga sanggup muji. Berpura2lah untuk tidak sekaget itu. Tahanlah jangan sampai lo keluarin kata2 itu. Kalopun dandanan gw emang udah gak ketolong lagi, mirip banci didandanin ala emak2 mau kondangan di kampung2. Bicaralah dengan lembut dan dengan pilihan kata yang lebih enak ditelinga gw, sehingga gw gak ngerasa dihina. Bisa kan ?

Pasti bisa. Saya yakin.


Your little joke could be a big mockery for me. I would be more pleased if you say that I look 4 years younger rather than if you say that now I look like an adult woman~
So watch your words, Dude. Because the person you face is a woman (and we have a lil bit more sensitivity)

Saturday, February 19, 2011

The Box of Control

We need a control. and that's what a religion does. It controls you. make sure that you are in the right path. Make sure that you don't hurt your self and everything aroud you because of your out of control acts.

buat saya agama itu adalah sebuah kotak kendali. dimana didalamnya terdapat sebuah buku manual dan beberapa tutorial. kita bisa saja hanya berpegang pada buku manual tersebut. sebenarnya itu cukup. tapi sayangnya buku tersebut dibuat dengan kata2 puitis yang lumayan sulit dimengerti, mangapa demikian ? karena banyak kepala berarti banyak pengertian. banyak pendapat. banyak ragam penerapan. wajarlah, karna kita adalah mahluk sosial yang memiliki akal dan pikiran yang berbeda2. maka dari itu kotak kendali tersebut dilengkapi dengan beberapa tutorial, contoh bagaimana hal-hal didalam buku manual itu dijalankan, idealnya.

untuk dapat menguasai kotak kendali tersebut kita harus tau dan mengerti buku manualnya, dan jika dirasa butuh contoh, kita bisa melihat tutorial penggunaannya. jika masih belum mengerti. jalankanlah dengan hati. karna hati adalah kunci dari kotak kendali yang saya bicarakan tadi.


well, everybody must has their own opinion about religion.
that's okay.
only one thing that often be forgotten.
religion always teach somethings good.
as long as you are not disturbing the others.
that would be okay.
it means no war.
using and treat nature with responsibillity.
and be caring each other.

Thursday, February 17, 2011

Nostalgic Poem

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya

Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga dari mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta

Tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya, bukan untuk siapa tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja





:))

Wednesday, February 16, 2011

Keluhan Tembakau

Mungkin ada benernya juga pelesetan hari kasih sayang jadi FU*KLentine.
Tahun ini bener2 deh hari kasih sayang banget buat saya dan dia.
Dikantung jaketnya ada rokok. Dia bilang dia merok akhir2 ini.
Saya marah. Sedih lebih tepatnya. Sedih kenapa kebiasaan buruk yang ingin ditinggalkan oleh orang2 pecandu malah sedang dimulai oleh pria saya sendiri.
Saya marah. Sedih tepatnya. Lalu saya minta dia menyerahkan sebungkus rokok hitam (bukan berwarna hitam tapi hanya hitam) yang ada di saku jaket tebalnya yang usang. Saya ambil dua batang dan saya nyalakan. Tidak peduli dengan gerimis yang memulai. Tidak peduli dengan pandangan sinis orang. Tidak peduli dengan dia yang menatap heran. Saya pun merokok. Saya pikir yah gerakannya pasti hanya seperti menghirup sirup memakai sedotan. Ternyata tidak sama. Ketika saya merokok. Pria saya marah, dia berusaha merebut rokok hitam yang saya nyalakan dari tangan saya. Tentu saja saya tidak mau. Saking ingin cepatnya rokok itu habis saya hirup sekuat tenaga dan timbul ledakan kecil. Kaget juga. Tapi yaudahlah. Udah abis tuh dua batang~

Dulu ketika pria saya di ibukota untuk keperluan kampusnya, ketika kita harus terpisah perbatasan kota dan tiga jam perjalanan, ketika saya tidak bisa melihat wajahnya setiap akhir minggu, ketika saya sangat rindu, dan ya ketika dia mulai mencoba lintingan tembakau itu. Dia pernah mengutarakan sebuah janji pada saya. Yang membuat saya sedikit tenang, ketika itu. Ya saya tenang, karna pria saya tidak pernah mengingkari janji yang benar2 dibuatnya sendiri.

Tapi sekarang, dia mengingkarinya. Saya sedih. Sebenarnya tidak perlu maaf. Tidak ada guna jika tidak membuatnya berhenti. Saya sedih. Pria saya berkata bahwa ia ingin merokok. Ya saya sedih. Teringat wajahnya yang cekung, teringat dadanya yang rengkung, teringat badannya yang jangkung dan bengkung. Saya sedih ketika teringat si lintingan tembakau itu lama-lama akan membuat pria saya terlihat semakin katung. Saya sedih.

Jujur saya sangat tidak suka sekali dengan rokok. Tidak baunya. Tidak asapnya. Tidak juga rasanya. Pahit seperti sayur lodeh hambar yang terus menempel dipangkal lidah. Memang kadang seseorang terlihat keren ketika merokok. Tapi hanya kadang. Ya kadang. Dan hanya berlaku untuk orang-orang tertentu saja, model misalnya. Dan saya sama sekali tidak pernah berharap si pria saya menjadi perokok. Saya senang dia tidak merokok. Saya Bangga. Entahlah, mungkin terdengar lebay dan so' gimanaa gitu. Tapi memang demikian, dulu saya bangga pria saya tidak merokok. Ya, dulu.

Sekarang saya tak mau mencoba melarangnya lagi. Sudah saya ingatkan. Sudah saya tegur dengan keras. Sudah. Sekarang terserah dia. itu hidupnya. saya hanya bagian kecil. Sangat kecil. Ocehan saya mungkin hanya seperti asap yang keluar dari ujung lintingan tembakau yang terbakar. Muncul lalu hilang bersama angin.

Tapi saya tetap mencintainya. Menyayanginya sama seperti sebelum dia berteman dengan lintingan tembakau.
Juga tetap menyukai dan menggilainya.
Tetapi hanya jika tanpa lintingan dan bau tembakau yang terbakar. Karna saya masih sangat menyukai, menggilai dan menginginkan pria saya yang dulu hanya berbau debu jalanan dan keringat perjuangan.